Aku
tertegun, sepagi ini aku menemukan bercak merah menyerupai agka 13 di telapak
tanganku, kupertajam tatapanku, iya.. tidak salah lagi, ini memang darah. Tapi..
tak kutemukan sedikit pun luka di tanganku, kuteliti ulang namun tetap tidak
ada, lalu dari mana darah ini berasal??
Dan anehnya,
tiba-tiba saja ada getar rasa tak menentu dalam jiwaku, aku seperti menemukan
kekuatan aneh, tapi ada pula rasa sedih yang menggelayut sendu di dasar hatiku.
“Ada
apa ini??? Kenapa sepagi ini jiwaku sudah diaduk oleh rasa yang sama sekali tak
bisa kumenngerti??” Rutuk batinku bimbang.
“Ah,
sudahlah! Seberapa keras pun aku berfikir, aku tetap tak akan menemukan jawabannya,”
sahut batinku lagi.
*^*^*^*
Seperti
biasa setiap pagi aku selalu menyempatkan sarapan bersama Jimmy dan Janne, aku
menyukai mereka, mungkin lebih tepatnya aku menyayangi mereka karena mereka
telah merawatku hingga sebesar ini, meski mereka tak banyak berbicara padaku
seperti yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orangtua pada anak-anaknya, Tapi
bagaimanapun aku merasa beruntung bisa dibesarkan oleh dua profesor ternama di
kota ini.
“Makan
yang benar, Ely..! cepat habiskan roti di tanganmu!” teguran Janne
mengingatkanku pada bau darah di tanganku yang belum juga hilang, meski sudah
kubasuh berulang kali. Aku ingin menanyakannya pada Janne tapi aku tidak
terbiasa bercakap-cakap dengan Janne untuk menanyakan hal-hal sepele seperti
ini
“Baik,
Mom..,” akhirnya hanya kalimat itu yang bisa kuucapkan.
*^*^*^*
Malam
ini aku merasa kacau, kutatap hati dalam kotak kaca yang pernah dihadiahkan
Jimmy di hari ulang tahunku yang kesepuluh, di atas kaca bagian depan tertulis
13-Januari-1996, bertepatan dengan hari lahirku. Aku tak pernah tahu mengapa
Jimmy menghadiahkannya padaku, mungkinkah karna dia sangat menyayangiku?? Tapi
ini hati siapa?? Mengapa diawetkan dalam kotak kaca selama bertahun-tahun??
Tepat
pukul 00.00 aku masih belum bisa memejamkan mataku, satu pesan masuk
menggetarkan HP mungilku
HBD,
Ely..
Ambillah buket mawar di depan pintu kamarmu
Love
Your
Mom
Seketika
mataku membalak, benarkah Janne memberiku buket mawar?? Aku tak mau
menerka-nerka lebih lama lagi, aku segera berlari dan kubuka pintu kamarku,
benar.. ada buket mawar merah yang indah, kuraih dan segera kubuka kertas yang
terselip dalam buket mawar itu.
Dear
Ely..
13
januari 2013
HBD, Baby..
Genap
17 tahun usiamu, dan inilah saatnya kau tahu semuanya..
Prof.
Jimmy dan Janne bukanlah orangtuamu, mereka adalah manusia biadab yang dulu
membedah dadaku hidup-hidup untuk meneliti hatiku, tepat pukul 00.00 tgl 13
Januari 1996, dengan alasan karena
mereka penasaran kenapa hanya dengan hati yang tak seberapa besar manusia bisa menagis,
tertawa, murung dan tersenyum.
Dan
parahnya mereka memilih hatiku setelah melahirkanmu, Ely.. sekarang kau tahu
arti tanggal 13 pada kotak kaca itu, kan?
Perlu
kamu tahu juga, Jimmy menyimpannya untuk penelitian selama 10 tahun, dan selama
itu aku merasa tersiksa, Jadi.. bunuhlah mereka malam ini juga, Ely..! jika kau
ingin aku hidup kembali.
Jika
kau tak membunuhnya maka kau tak akan pernah melihat ibu kandungmu, dan kau pun
akan kehilangan hati dalam kotak kaca itu
Pilihan
ada di tanganmu
Love
Your
Mom
Tanganku
bergetar hebat, aku tak pernah tahu mengapa ini terjadi padaku, tapi ini bukan
saatnya aku lemah dan meratapi nasibku, aku harus memilih, iya.. aku harus
membunuh Jimmy dan Jannne, aku ingin Mom kembali.
Kupererat
genggamanku, hingga buket mawar merah tercekik, dan perlahan bunga mawar itu
berubah menjadi lelehan darah yang nyinyir di pergelangan tanganku. Sedangkan
ranting buket mawar itu berubah menjadi runcing dan tajam, menyerupai kumpulan
pedang-pedang samurai.
Kulangkahkan
kakiku menuju kamar Jimmy dan Janne, seiring derap langkahku aku merasa ada
kekuatan aneh merasuk dalam diriku.
Brruk!!
Aku
melihat Jimmy dan Janne terjaga dan membulatkan mata bersamaan dengan
kehadiranku, tanpa berfikir lagi aku segera berlari ke arah Janne dan
menghujamkan ranting tajam tepat di jantungnya, dan kucabut secara kasar
kemudian kembali kuhujamkan ke dada Jimmy, cipratan darah segar membasahi
dadaku.
“A..akhirnya
yang kami takutkan terjadi,” sahut Jimmy terbata-bata
“Kami
ikhlas, Ely.. karena kami merasa salah,” ucap Janne sebelum terpejam untuk
selamanya, aku kaget ternyata mereka sudah tahu tentang hal ini, dan mereka
sengaja tak melawanku, aku merasa bersalah, namun aku memang telah dihadapkan
dengan pilihan yang pelik, aku harus memilih antara Mom yang melahirkanku
ataukah Jimmy dan Janne yang merawatku??
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarghh,”
teriakku lantang sambil menghujamkan ranting ke dadaku, ternyata sesak sekali
rasanya.
“Maafkan
aku, Mom..” ucapku lirih saat melihat perempuan cantik berdiri di hadapanku
dengan linangan air mata.
TAMAT
Nama
: Wina Hasanah
Email
: hasanah.wina@yahoo.com
TTL : Brebes, 11 September 1992
Alamat : Dusun Sarimulyo kelurahan Kalibeber,
kecamatan Mojotengah, kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah,
Akun FB : Diajeng Albarbasy
Menggapaihimmah
Nomor HP : 085729765088
081902212424
Tidak ada komentar:
Posting Komentar