Minggu, 21 April 2013

Dark~13



Aku tertegun, sepagi ini aku menemukan bercak merah menyerupai agka 13 di telapak tanganku, kupertajam tatapanku, iya.. tidak salah lagi, ini memang darah. Tapi.. tak kutemukan sedikit pun luka di tanganku, kuteliti ulang namun tetap tidak ada, lalu dari mana darah ini berasal??
Dan anehnya, tiba-tiba saja ada getar rasa tak menentu dalam jiwaku, aku seperti menemukan kekuatan aneh, tapi ada pula rasa sedih yang menggelayut sendu di dasar hatiku.
“Ada apa ini??? Kenapa sepagi ini jiwaku sudah diaduk oleh rasa yang sama sekali tak bisa kumenngerti??” Rutuk batinku bimbang.
“Ah, sudahlah! Seberapa keras pun aku berfikir, aku tetap tak akan menemukan jawabannya,” sahut batinku lagi.
*^*^*^*
Seperti biasa setiap pagi aku selalu menyempatkan sarapan bersama Jimmy dan Janne, aku menyukai mereka, mungkin lebih tepatnya aku menyayangi mereka karena mereka telah merawatku hingga sebesar ini, meski mereka tak banyak berbicara padaku seperti yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orangtua pada anak-anaknya, Tapi bagaimanapun aku merasa beruntung bisa dibesarkan oleh dua profesor ternama di kota ini.
“Makan yang benar, Ely..! cepat habiskan roti di tanganmu!” teguran Janne mengingatkanku pada bau darah di tanganku yang belum juga hilang, meski sudah kubasuh berulang kali. Aku ingin menanyakannya pada Janne tapi aku tidak terbiasa bercakap-cakap dengan Janne untuk menanyakan hal-hal sepele seperti ini
“Baik, Mom..,” akhirnya hanya kalimat itu yang bisa kuucapkan.
*^*^*^*
Malam ini aku merasa kacau, kutatap hati dalam kotak kaca yang pernah dihadiahkan Jimmy di hari ulang tahunku yang kesepuluh, di atas kaca bagian depan tertulis 13-Januari-1996, bertepatan dengan hari lahirku. Aku tak pernah tahu mengapa Jimmy menghadiahkannya padaku, mungkinkah karna dia sangat menyayangiku?? Tapi ini hati siapa?? Mengapa diawetkan dalam kotak kaca selama bertahun-tahun??
Tepat pukul 00.00 aku masih belum bisa memejamkan mataku, satu pesan masuk menggetarkan HP mungilku
HBD, Ely..
 Ambillah buket mawar di depan pintu kamarmu
Love
Your Mom
Seketika mataku membalak, benarkah Janne memberiku buket mawar?? Aku tak mau menerka-nerka lebih lama lagi, aku segera berlari dan kubuka pintu kamarku, benar.. ada buket mawar merah yang indah, kuraih dan segera kubuka kertas yang terselip dalam buket mawar itu.
Dear Ely..
13 januari 2013
HBD, Baby..
Genap 17 tahun usiamu, dan inilah saatnya kau tahu semuanya..
Prof. Jimmy dan Janne bukanlah orangtuamu, mereka adalah manusia biadab yang dulu membedah dadaku hidup-hidup untuk meneliti hatiku, tepat pukul 00.00 tgl 13 Januari 1996,  dengan alasan karena mereka penasaran kenapa hanya dengan hati yang tak seberapa besar manusia bisa menagis, tertawa, murung dan tersenyum.
Dan parahnya mereka memilih hatiku setelah melahirkanmu, Ely.. sekarang kau tahu arti tanggal 13 pada kotak kaca itu, kan?
Perlu kamu tahu juga, Jimmy menyimpannya untuk penelitian selama 10 tahun, dan selama itu aku merasa tersiksa, Jadi.. bunuhlah mereka malam ini juga, Ely..! jika kau ingin aku hidup kembali.
Jika kau tak membunuhnya maka kau tak akan pernah melihat ibu kandungmu, dan kau pun akan kehilangan hati dalam kotak kaca itu
Pilihan ada di tanganmu
Love
Your Mom
Tanganku bergetar hebat, aku tak pernah tahu mengapa ini terjadi padaku, tapi ini bukan saatnya aku lemah dan meratapi nasibku, aku harus memilih, iya.. aku harus membunuh Jimmy dan Jannne, aku ingin Mom kembali.
Kupererat genggamanku, hingga buket mawar merah tercekik, dan perlahan bunga mawar itu berubah menjadi lelehan darah yang nyinyir di pergelangan tanganku. Sedangkan ranting buket mawar itu berubah menjadi runcing dan tajam, menyerupai kumpulan pedang-pedang samurai.
Kulangkahkan kakiku menuju kamar Jimmy dan Janne, seiring derap langkahku aku merasa ada kekuatan aneh merasuk dalam diriku.
Brruk!!
Aku melihat Jimmy dan Janne terjaga dan membulatkan mata bersamaan dengan kehadiranku, tanpa berfikir lagi aku segera berlari ke arah Janne dan menghujamkan ranting tajam tepat di jantungnya, dan kucabut secara kasar kemudian kembali kuhujamkan ke dada Jimmy, cipratan darah segar membasahi dadaku.
“A..akhirnya yang kami takutkan terjadi,” sahut Jimmy terbata-bata
“Kami ikhlas, Ely.. karena kami merasa salah,” ucap Janne sebelum terpejam untuk selamanya, aku kaget ternyata mereka sudah tahu tentang hal ini, dan mereka sengaja tak melawanku, aku merasa bersalah, namun aku memang telah dihadapkan dengan pilihan yang pelik, aku harus memilih antara Mom yang melahirkanku ataukah Jimmy dan Janne yang merawatku??
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarghh,” teriakku lantang sambil menghujamkan ranting ke dadaku, ternyata sesak sekali rasanya.
“Maafkan aku, Mom..” ucapku lirih saat melihat perempuan cantik berdiri di hadapanku dengan linangan air mata.

TAMAT

Nama : Wina Hasanah
TTL : Brebes, 11 September 1992
Alamat : Dusun Sarimulyo kelurahan Kalibeber, kecamatan Mojotengah, kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah,
Akun FB : Diajeng Albarbasy Menggapaihimmah
Nomor HP : 085729765088
                     081902212424

Tidak ada komentar:

Posting Komentar